Friday, September 12, 2008

Pembatas Jalan Raya di depan Kawasan Industri Batamindo, Salah Siapa?


Jalan raya di depan Kawasan Industri Batamindo tahun lalu, 2007, kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan berlubang-lubang dan tidak rata sangat tidak nyaman bila dilewati. Hal ini mengakibatkan kemacetan yang sangat parah pada jam berangkat dan pulang kerja. Kondisi ini lebih parah lagi bila hujan turun, lubang-lubang yang bertebaran di jalan tergenang air dan membuat kendaraan terutama sepeda motor sering terperosok. Kecelakaan pun tak jarang terjadi.

Menginjak tahun 2008 kemarin jalan raya itu diperbaiki dengan menambah aspal dan menaikkan jalan setinggi sekitar 25 cm. Jalan itu sekarang mulus dan tidak tergenang air bila hujan turun. Tetapi sungguh sayang pembangunan jalan yang sudah cukup bagus ini tidak memperhatikan hal-hal lain. Seperti dinding separator antara dua jalan yang tidak ditinggikan. Akibat dari ditingikannya jalan sekitar 25 cm menyebabkan tinggi jalan dan tinggi separator hampir sama tinggi, hal ini memudahkan kendaraan bermotor, terutama sepeda motor, dari arah Batu Aji memotong jalan ke jalur yang satu lagi untuk masuk ke Kawasan Industri Batamindo melalui Pintu 1.

Bisa dilihat setiap jam berangkat kerja banyak sekali pengendara sepeda motor dari arah Batu Aji memotong atau menerobos pemisah jalan. Yang seharusnya pengendara harus memutar di simpang lampu merah Panbil. tapi untuk menyingkat waktu dan tidak mau terjebak kemacetan mereka lebih memilih memotong jalan dengan resiko membahayakan keselamatannya sendiri maupun pengendara yang lain.

Memotong jalan dengan melewati pemabatas jalan sangat berbahaya karena secara tiba-tiba pengendara sepeda motor akan mengerem motornya dan bisa membuat pengendara di belakangnya, bila pengemudi di belakangnya tidak waspada bisa mengakibatkan tabrakan. Selain itu saat pemotong jalan akan masuk ke jalur yang lain, pengendara kendaraan bermotor yang ada dijalur itu bisa menabrak pengendara yang memotong jalan tersebut.

Akar permasalahan dari semua itu adalah kesadaran dan disiplin pengendara kendaraan bermotor di Batam yang sangat rendah. Faktor inilah yang merupakan penyebab tertinggi terjadinya kecelakaan di Batam. Selain itu pihak Pemerintah Kota Batam dalam hal ini mungkin Dinas PU kurang mempertimbangkan pembangunan/perbaikan jalan ini secara menyeluruh dan ini terjadi tidak hanya dalam perbaikan jalan tetapi juga fasilitas-fasilitas umum yang lain seperti, drainase dan trotoar.

Untuk kasus jalan raya di depan Kawasan Industri Batamindo, Setelah jalan raya diperbaiki dengan meninggikan jalan, tetapi hal ini tidak diikuti dengan meninggikan pembatas jalan. akibatnya ketinggian jalan raya dengan pembatas jalan hampir sama, sehingga sepeda motor dengan mudah menerobos pembatas jalan ini.

Mudah-mudahan ke depan semua instansi di Kota Batam yang melakukan pembangunan lebih bijaksana lagi dalam melakukan pekerjaan sehingga hasilnya lebih bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Sepanjang jalan raya di depan kawasan industri Batamindo menjelang petang hingga dini hari dipakai berjualan para pedagang kaki lima menggunakan gerobak. Hal ini menambah satu hal yang sangat disayangkan karena ketidakdisiplinan para pedagang yang kurang memperhatikan kebersihan. Sehingga setiap pagi setelah para PK5 ini membereskan dagangannya sampah berserakan di sepanjang jalan, hingga mengganggu keindahan dan kesehatan serta bau yang tidak sedap.

3 comments:

Silo said...

sepertinya memang harus di tinggikan itu mas pembatasnya kalau perlu di tanami tanaman. PLus singkirkan semua pedagang kakilima yang berada di pembatas jalan yang di tengah...

Wahyudi said...

Hallo, Mas Silo, Iya Pemko Batam dan polisi harus bertindak tegas terhadap pelanggaran2 itu. Padahal setiap hari polisi2 itu melihatnya. tapi kok ya diam aja ya.....

nuradi said...

Wah, inget kulo mboten mas.
Ngopi darat yuk.